oleh

Nelayan di Cisel Alih Profesi Jadi Petani

-Bewara Umum-584 Dilihat

[BP] Bewara Umum

Cianjur, – Ratusan nelayan di pelabuhan Jayanti, Cidaun, Cianjur, memilih untuk berhenti melaut. Hal itu dilakukan lantaran dalam sepekan terakhir ini cuacanya sangat extreme.

Ketua kelompok usaha bersama nelayan Jayanti, Agus Bambang Irawan, mengaku, dirinya sudah sepekan tidak melaut karena cuacanya ektrem, sehingga gelombang air laut pun tinggi.

“Sudah sepekan ini, nelayan tidak turun melaut mencari ikan karena cuaca buruk. Gelombang di tengah laut juga tinggi akibat cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini,” akunya keoada wartawan, Kamis (17/12).

Agus melanjutkan, kalaupun memaksakan melaut, itu bisa membahayakan nelayan. Mirisnya lagi, tangkapan ikan derastis menurun hingga 50 persen.

“Ada tiga hari kebelakang, nelayan memaksakan diri melaut, eh malah tenggelam. Tapi akhirnya dapat diselamatkan juga,” cetusnya.

Akibat cuaca seperti itu, kebanyakan nelayan beralih profesi me jadi petani, hal itu pun dilakukan Agus saat ini, karena menurutnya melaut dapat membahayakan dirinya dan nelayan-nelayan lainnya.

READ  Bandung Zona Merah, Pemkab Cianjur Himbau Masyarakat Dan ASN Tidak Keluar Kota

“Nelayan di pelabuhan Jayanti sekarang memilih bertani, tapi terkendala dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Kalau harus pakai kartu tani, informasi dari para petani yang memilikinya itu masih ribet untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujar Agus.

Sementara itu Kepala UPTD PPI Jayanti, Eli Muslihat,
menjelaskan, kondisi cuaca dlaut selatan khususnya pantai Cidaun, hampir satu bulan ini kurang baik seperti terjadinya hujan yang disertai angin dan gelombang ombaknya tinggi.

“Ya, memang saat ini nelayan sudah tidak melaut karena kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, tentunya kami dari PPI jayanti mengimbau kepada para nelayan untuk sementara waktu jangan dulu melaut karena kondisi cuaca lagi buruk,” imbuhnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon celluler, Kamis (17/12).

READ  Danramil 08-05/Cugenang, Tinjau Lokasi Penampungan Air Bersih Di Wilayah Desa Benjot

Selain kondisi cuaca dilaut kurang baik, lanjut Eli, ditambah lagi kondisi ikan sedang kosong atau sulit.”Saat ini sebagain nelayan di Desa Cidamar dan Kaarangwangi, banyak yang beralih profesi memilih untuk bertani. Karena memang kondisinya pun sedang musim penghujan,” Jelasnya.

Terkahir Eli menegaskan, adapun terkait bantuan untuk nelayan diruang lingkup PPI Jayanti, ada sebagian yang mendapatkan bantuan terdampak Covid19 dari Kementrian Sosial tapi bukan dari Kementerian Kelautan.

“Disayangkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini, tidak semua nelayan mendapatkan bantuan. Kami berharap bantuan itu merata semua kebagian terutama para nelayan yang ada di pantai jayanti ini,” harapnya yang mewakili para nelayan. [ndi]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *