oleh

Gerakan Kemanusiaan, Kapolsek Cibinong Mandikan ODGJ

-Uncategorized-269 Dilihat

CIANJUR, Bewarapakidulan (BP)

 

– Gerakan kemanusiaan yang dilakukan Kanit Reskrim Polsek Cibinong Aiptu Alan Suherlan, memang pantas diacungi jempol. Pasalnya upaya yang dilakukannya itu bisa dibilang luar biasa, yaitu memanusiakan manusia.

Aiptu Alan Suherlan, tak segan-segan memandikan dan memotong rambut gimbal orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), yang sering keluyuran dan keluar masuk warung nasi. Akibatnya pemilik warung dan warga pun ketakutan atas ulah ODGJ itu.

Kini setelah dimandikan dan dipotong rambut serta diberi pakaian yang layak, ODGJ itu tampak tidak menyeramkan cenderung lebih terlihat rapi sama seperti orang-orang pada umumnya.

Dikatakan Aiptu Alan Suherlan, Kamis (04/03/2021), apa yang dilakukannya itu, merupakan salah satu bentuk kepeduliannya selaku anggota polisi terhadap ODGJ yang kelaparan. Sehingga bertingkah meresahkan warga.

READ  Pemerintah Desa Ciherang Salurkan BST Pada Masyarakat

“Waktu berangkat kerja, saya merasa iba melihat ODGJ masuk warung nasi mungkin karena lapar, tetapi pemilik warung sontak ketakutan. Melihat seperti itu, saya berinisiatif menghampiri dan membujuk ODGJ itu untuk didandani supaya tidak menakutkan,” kata Aiptu Alan Suherlan.

Aiptu Alan Suherlan, melanjutkan, ODGJ juga manusia sama pada umumnya, hanya karena ada kelainan saja jadi penampilannya pun seperti itu kucel, lusuh dan kusam sehingga kita pun jijik melihatnya.

“Pada saat dimandikan dan diajak ngobrol ODGJ itu pun menangis sambil berbisik lapar belum makan. Setelah dimandikan dan ngobrol panjang lebar meskipun tidak nyambung, ODGJ itu mengaku bernama Julpikar (35) dari Tanjungkarang Lampung. Benar atau tidak saya juga tidak tahu,” ucap Aiptu Alan Suherlan.

READ  Brak!!! Honda Vario VS Mini Bus Elf, 2 Pengendara Sepeda Motor Tewas Di Tempat

Terakhir, Aiptu Alan Suherlan, menyampaikan, setelah semua beres dimandikan, didandani dan diberi makan, Julpikar asal Tanjungkarang itu pergi lagi ke arah Cianjur mengenakan pakaian rapih dan bersih.

“Seumpama ada tempat penampungan, pasti saya tampung disini, daripada meresahkan warga dan pemilik warung. Besar harapan saya kedepan ada dermawan yang mau membuka yayasanan untuk penampungan ODGJ, dan kalau saya panjang umur dan ada rezeki lebih insyaalloh saya yang akan membukanya. Karena pada ODGJ juga manusia,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *