oleh

Pemerintah Ethiopia Umumkan Gencatan Senjata Setelah Pemberontak Tigray Kuasai Mekelele

Mekele, Bewara Pakidulan – Penduduk Mekele merayakan kembalinya pasukan Tigray untuk pertama kalinya sejak pasukan Ethiopia merebut kota itu pada akhir November tahun lalu, dilansir dari TRT World.

Para pemimpin pembangkang di Tigray yang dilanda perang di Ethiopia telah bersumpah untuk mengusir musuh dari wilayah itu, di mana hal tersebut menunjukkan pertempuran akan terus berlanjut meskipun ada deklarasi gencatan senjata oleh pemerintah federal.

Sebelumnya Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray November lalu untuk menggulingkan bekas partai penguasa di wilayah utara, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Menurutnya langkah itu datang sebagai tanggapan atas serangan TPLF di kamp-kamp tentara federal, dan dia bersumpah bahwa kemenangan akan cepat diraih oleh tentara Pemerintah.

READ  Why Camping Makes the Ultimate Family Vacation

Akan tetapi hampir delapan bulan kemudian, operasi itu mengalami pukulan serius ketika pemberontak yang dikenal sebagai Pasukan Pertahanan Tigray (TDF) memasuki ibu kota regional Mekele pada hari Senin, dan memicu perayaan di jalan-jalan ketika tentara federal dan anggota pemerintah daerah sementara yang ditunjuk Abiy melarikan diri dari kota tersebut 

Pada Senin malam, Abiy Ahmed kemudian mengumumkan bahwa mereka menyatakan gencatan senjata sepihak, meskipun tidak ada tanggapan langsung dari pasukan pemberontak TDF.

Sebuah pernyataan dari pemerintah pra-perang Tigray memuji kemajuan TDF dan mengatakan Mekele sepenuhnya di bawah kendalinya.

Menurut pernyataan tersebut, Pemerintah dan tentara Tigray akan melakukan semua tugas yang diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup dan keamanan rakyat di wilayah tersebut.

READ  Perjanjian dan Kerjasama Pertahanan Negara - Negara Atlantik Utara

Pembalikan dramatis keadaan pasukan Perdana Menteri Abiy Ahmed menandakan titik balik dalam konflik hampir delapan bulan di Tigray, yang menurut PBB telah mendorong 350.000 orang ke ambang kelaparan.

“Gencatan senjata sepihak tanpa syarat telah diumumkan mulai hari ini, 28 Juni,” bunyi pernyataan yang diterbitkan Senin malam oleh media pemerintah.

Menurut media pemerintah, Gencatan senjata akan berlangsung hingga akhir musim pertanian dan dimaksudkan untuk memfasilitasi produksi pertanian dan distribusi bantuan sambil memungkinkan pejuang pemberontak untuk kembali ke jalan damai

Terkait gencatan senjata sepihak yang diumumkan oleh pihak Pemerintah, tidak ada reaksi langsung dari TDF. (BS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *