oleh

Jelang Pemberlakuan PPKM Darurat, HMI Cabang Cianjur Tagih Janji Presiden

-Bewara Umum-704 Dilihat

Cianjur, Bewarapakidulan.info – Jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKMD) yang akan diterapkan di Daerah Jawa dan Bali Mengundang reaksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur untuk menagih Janji Presiden terkait Kesejahtraan tenaga kesehatan (Nakes).

Aturan baru tersebut diumukan dan akan diterapkan sejak 3 hingga 20 Juli 2021. Yang akan mencangkup 48 kabupaten/kota berasesmen situasi zona merah di level 4, dan 74 kabupaten/kota yang asesmen situasi di level 3.

Tentu hal demikian berbanding terbalik dengan janji Presiden terhadap kesejahtraan Nakes, khususnya di Kabupaten Cianjur yang masuk 10 besar dengan realisasi insentif tenaga kesehatan daerah (Inakesda) tertinggi, dengan insentif layanan COVID-19 Nakes Cianjur belum dibayar.

READ  Carut Marut dan Mahalnya Dunia Pendidikan Jabar Mendapat Tanggapan dari Alumni SMA Negeri di Cianjur

Hal tersebut dikatakan Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Cianjur, Andi Nur Alam, Sudah hampir beberapa bulan insentif para pekerja tenaga kesehatan dibeberapa wilayah kerja di Cianjur.

“Ya selama ini belum juga mendapatkan insentif dari pemerintah pusat, tentu saja hal ini kontradiktif dengan janji presiden yang menjanjikan kesejahtraan dan keselamatan nakes selama pandemi,” Ujarnya. Jum’at (2/7/2021)

Andi mengaskan, seharusnya Bupati selaku kepala daerah meminta kepastian terhadap hal ini kepada pemerintahan pusat terkait nasib tenaga kesehatan Cianjur sebagai bentuk tanggungjawab, mengingat gelombang Covid 19 di Cianjur juga semakin masif naik perminggunya.

READ  Bimtek Peningkatan Kapasitas dan Fungsi BPD Dua Kecamatan Di Kabupaten Cianjur

“Nakes sebagai garda terdepan dan abdi negara yang kerja untuk kemanusiaan, bahkan ada yang tepapar Covid 19 demi keselamatan pasien,” tegas Andi.

Sementara itu Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Cianjur, Ilham Yassar Abda’u, berharap, Presiden dapa menepati janjinya untuk menjamin kesejahtraan dan keselamatan para tenaga Kesehatan untuk segera merealisasikan insentifnya, serta mendorong Pemerintah Cianjur untuk membuka komunikasi aktif dengan para nakes.

“Saya berharap ada kejelasan juga kepastian dari pemerintah, sebab mereka juga (nakes) adalah pencari nafkah dan mempunyai tanggungjawab yaitu keluarga, kalau insentifnya tidak lancar sama saja dengan menyepelekan jiwa-jiwa pahlawan tenaga kesehatan,” harapnya.(AC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *