oleh

Komunitas Jurnalis Jawa Timur Beri Dukungan Moril Untuk Asrul

-Bewara Umum-707 Dilihat

Surabaya | bewarapakidulan.info – Kasus undang-undang ITE yang menimpa Muhamad Asrul, seorang Jurnalis di wilayah Makassar pada tahun 2019 lalu mendapat dukungan dan perhatian dari berbagai kalangan Jurnalis. Salah satunya organisasi pers Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT).

Sejumlah jurnalis yang tergabung di komunitas tersebut memiliki rasa kepedulian yang tinggi atas kasus yang dialami rekan Asrul. Selain memberikan dukungan moral, juga tak sedikit wujud kepedulian untuk sesama rekan jurnalis.

Seperti yang dilakukan oleh rekan-rekan jurnalis yang tergabung di Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang dikomandoi oleh S Ade Maulana.

“Kami sangat tersentuh oleh perhatian dan kebaikan KJJT. Semoga Allah SWT selalu memberkati rekan-rekan jurnalis di jawa timur,” ujar Asrul, Senin (6/9/2021).

Asrul yang sempat dipenjara karena karena karya tulisnya ini, mengucapkan terima kasih banyak telah mendapat perhatian dari KJJT.

“Saya di masa-masa sulit ini, mendapat bantuan biaya akomodasi perjalanan untuk menghadiri sidang di pengadilan,” kata Asrul.

Masih kata Asrul, jarak Pengadilan Negeri Polopo dari rumahnya harus ditempuh naik bus yang membutuhkan 8 jam perjalanan. Itu harus Asrul lakukan setiap minggu menjelang sidang. Biaya perjalanan Rp 400.000 untuk pulang pergi (PP).

READ  Ratusan Warga Warungkondang Ikuti Vaksinasi Dosis Pertama Astrazenetica

“Perhatian rekan-rekan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) sangat berharga untuk saya. Setiap minggu saya mendapat bantuan biaya perjalanan dari KJJT melalui rekening saya. Hati saya dipenuhi dengan rasa syukur. Terima kasih untukmu KJJT dari lubuk hati yang terdalam saya,” ucap Asrul.

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) S. Ade Maulana kepada wartawan menyampaikan, terbentuknya KJJT ini wadah kepedulian nasib rekan jurnalis di seluruh Indonesia.

“Seperti rekan Asrul terpenjara karena karya tulisnya, mengungkap dugaan kasus korupsi, rekan kita harus mengalami banyak cobaan dan kesulitan,” ujar Ade (04/09/2021).

Belum lagi cobaan keluarga rekan Asrul di masa sulitnya. Asrul harus menerima nasib ditinggal istri dan harus jauh dari anaknya.

“Tulisannya juga berimbas hancurnya rumah tangga dan ekonomi kehidupan keluarga Asrul selama di dalam jeruji besi,” ungkap ketua umum KJJT.

READ  Laka Lantas Di Depan SMPN 1 Cikalongkulon, Menewaskan Seorang Pelajar

Masih kata Ade, karenanya KJJT mengajak rekan-rekan seprofesi di seluruh tanah air untuk bersatu dan saling peduli sesama profesi. Suatu saat apa yang dialami rekan Asrul bisa saja terjadi pada kita.

Lanjut Ade, sebuah risiko bagi seorang jurnalis. Meski terancam terpenjara bahkan terbunuh karena karya tulisnya, panggilan hati sebagai penulis demi menyajikan berita kepada masyarakat tidak akan pernah surut.

“Donasi peduli rekan Asrul masih berjalan. Bagi rekan-rekan yang tergabung di komunitas jurnalis jawa timur kepedulian seprofesi sangat dinanti-nanti hingga sampai rekan Asrul mendapat putusan dari Pengadilan Negeri Polopo,” ucap Ade.

Kasus tulisan tersebut membuat Asrul sempat ditahan selama 36 hari mulai 29 Januari 2020 sebelum akhirnya ditangguhkan. Koalisi Advokat untuk kebebasan Pers dan Berekspresi terbentuk untuk mengawal kasus Asrul yang ditangani Polda Sulsel. Koalisi terdiri dari SafeNet, Paku ITE, LBH Pers, LBH Makassar, AJI Pusat dan lembaga lainnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar